Dalam ritme dunia pendidikan yang sering kali mengalami perubahan kebijakan secara mendadak, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) hadir sebagai penjaga kesinambungan (kontinuitas). PGRI memastikan bahwa meskipun kurikulum berganti atau kepemimpinan nasional bertransformasi, aktivitas guru tetap berjalan stabil, terlindungi, dan terarah.

Berikut adalah cara PGRI menjaga kesinambungan aktivitas guru di sekolah:


1. Penyangga di Tengah Transisi Kebijakan

Setiap kali ada perubahan besar (seperti transisi dari Kurikulum Merdeka ke kebijakan baru), guru sering mengalami kegamangan.

2. Kesinambungan Kompetensi Melalui Belajar Mandiri

PGRI memastikan bahwa pengembangan diri guru tidak bersifat musiman atau hanya tergantung pada proyek pemerintah.


3. Jaminan Keamanan dalam Menjalankan Tugas

Aktivitas guru sering terganggu oleh rasa takut akan tuntutan hukum saat melakukan pendisiplinan siswa.


Matriks Kesinambungan Aktivitas Guru

Dimensi Tantangan Pengganggu Peran Kesinambungan PGRI
Profesional Perubahan Kurikulum/Sistem. Pelatihan mandiri & pendampingan teknis.
Psikologis Burnout & Stres Kerja. Ruang sosial & dukungan Jiwa Korsa.
Ekonomi Keterlambatan Tunjangan/Gaji. Lobi kebijakan & pengawalan hak keuangan.
Hukum Ancaman Kriminalisasi/Viral. Advokasi LKBH & implementasi MoU Polri.

4. Kesinambungan Sejahtera melalui Advokasi Hak

Aktivitas mengajar yang berkualitas mustahil terjadi jika guru merasa cemas akan masa depan ekonominya.

  • Pengawalan TPG: PGRI secara konsisten menjaga agar Tunjangan Profesi Guru tetap ada dan cair tepat waktu.

  • Kepastian Status: Perjuangan untuk mengubah status guru honorer menjadi PPPK/ASN adalah upaya PGRI menjaga kesinambungan karier guru, sehingga guru tidak meninggalkan profesinya hanya karena masalah kesejahteraan.

5. Regenerasi dan Transfer Pengalaman

PGRI menjaga kesinambungan aktivitas guru lintas generasi di sekolah.


Kesimpulan

PGRI adalah “stabilisator” dalam kehidupan profesional guru. Dengan menjaga aspek hukum, kesejahteraan, dan kompetensi, PGRI memastikan aktivitas guru tidak hanya berjalan sesaat, melainkan tumbuh menjadi pengabdian yang kokoh, bermartabat, dan berlanjut dari generasi ke generasi.